Kenapa Kita Masih Stuck? Inilah Kebiasaan dan Cara Memperbaikinya

Cr: Image generated by Gemini

Kenapa kita masih terjebak ditempat yang sama?

Pernakah kita merasa sudah melakukan hal baik setiap hari, memiliki kekuatan kuat untuk berkembang, tapi saat menengok ke belakang kita merasa diri ini tetap seperti dulu, tetap seperti beberapa tahun yang lalu?

Ada satu realitas yang tidak sering kita pahami; jika pola harian kita masih sama, maka kemungkinan hasilnya juga akan sama.

Rasa terjebak itu tidak selalu disebabkan kurangnya motivasi maupun ambisi untuk mencapai tujuan kita, sebagian besar orang memiliki daftar keinginan yang panjang, namun hambatan terbesarnya terletak pada eksekusi dan kebiasan harian kita.

Mari kita beda di artikel ini penyebab mengapa kita sulit berkembang beserta cara mengatasi hal tersebut.

1. Kebanyakan konsumsi, sedikit eksekusi

Di era digital saat ini, diri kita saar mudah terjebak dalam perasaan seolah-olah sudah paham karena banyak membaca ataupun menonton. Kita menghabiskan berjam-jam menonton video pendek, membaca tips agar sukses, memantau story follower kita, tetapi hanya sedikit sekali informasi yang benar benar kita peraktikan kalaupun itu bermanfaat.

Dampak yang diterima apa? ini yang membuat pikiran kita jenuh, rasa cemas meningkat, dan keberanian semakin terkikis. Solusinya jika kita membaca ataupun menonton tutor lebih baik kita harus langsung mempraktikan satu poin dari informasi tersebut.

2. Menunggu mood baru memulai

Salah satu pembeda utama orang yang baru memulai dan profesional yaitu aspek konsistensi. Orang yang baru memulai melakukan hal baik tersebut kadang bertindak ketika suasana hati atau mood yang mendukung.

Sedangkan orang yang profesional bertindak berdasarkan sistem dan komitmen, terlepas dari hal perasaan mereka saat itu, dan dampaknya apa? ini bisa membuat kita merasa bersalah, pekerjaan menumpuk, dan ritme kerja bakalan berantakan.

Adapun solusinya, kita perlu menggunakan waktu selama dua menit melakukan atau mengerjakan kerjaan kita tanpa beban, kadang hal memulai itu yang paling sulit untuk dilakukan.

3. Punya banyak target, tapi tidak punya sistem

Target itu suatu pencapaian yang harus kita capai dalam melakukan hal apapun. Namun target sama sekali tidak bisa menggerakan kita mencapai itu, yang menggerakannya itu adalah sistem harian ataupun rutinitas yang kita lakukan untuk mencapai target tersebut agar berjalan normal.

Dampaknya ketika kita punya target besar dan tidak punya sistem itu hanya memicu kewalahan dan frustasi saat target tersebut gagal tercapai, solusinya ganti target tersebut biar riang, seumpama "ingin membuat artikel yang banyak di bulan ini" ganti dan ubah fokus "setidaknya buat artikel seminggu sekali".

4. Mau berubah, tapi membiasakan kebiasaan lama

Keinginan untuk merubah nasib menjadi hal yang baik tidak akan pernah terwujud, jika kita masih memelihara lingkungan, sosial, ataupun pola hidup lama yang kontraproduktif. Kita menghargai hasil yang bagus dari rutinitas yang membosankan yang terus diulang ulang.

Ini berdampak pada gesekan batin, antara tujuan yang ingin dicapai dan kenyataan harian yang menguras energi. Maka solusinya, kita perlu melakukan audit dan identifikasi kebiasaan kecil harian kita yang menyita banyak waktu untuk kita ganti yang lebih bermanfaat dengan mengubah kebiasaan tersebut.

Salam Hangat,

ARIF RAMADHAN

Pengembang Website | Penulis Antologi | Praktisi Edukasi Anak

Komentar