![]() |
| Banner Toko Kelontong Modern |
Toko kelontong bersaing dengan ritel modern.
Kisah ini saya ambil dari pengalaman pribadi sendiri yang cukup meresahkan di tempat jualan toko kelontong saat ini, dikarenakan saya dan keluarga sudah membuka toko kelontong ini berjalan 14 tahun, serta di tahun yang sama pula saya membuat blog pribadi ini, cuma keduanya masih berjalan di ranah masing-masing.
Di tahun belakangan ini, yang menjadi permasalahan serta banyak sekali persaingan, tidak hanya segi tempat atau lokasi yang strategis melainkan dengan sesama pedagang yang lainnya. seperti toko kelontong yang lain, ada pula toko madura, ritel src, serta ada pula skala yang lebih besar seperti Alfamart dan Indomaret ikut masuk ke desa. Mereka semua itu punya keunggulan sendiri-sendiri yang menyebabkan toko kelontong pribadi saya ini mulai ditinggalkan sama pelanggan tetapnya.
Faktor utama sudah pasti keunggulan dari mereka semua itu. Seperti Alfamart atau Indomaret mereka menang di sistem dan standarisasi yang canggih atau modern, tidak heran cabangnya cukup banyak di seluruh Indonesia. Ritel src pun juga ada keunggulannya, mereka sama seperti toko kelontong cuma mempunyai perubahan berupa tampilan fisik yang keren dan senada, serta adanya tim yang bekerja sama di dalamnya. Tidak hanya itu saja, toko madura juga punya keunggulan lain yaitu selalu buka 24 jam non-stop.
Jujur, keresahan sudah pasti benar adanya, maka dari itu saya mempunyai inovasi baru dengan toko kelontong pribadi yang sekedar berjualan dalam hal "pangan" ini bakal saya gabungkan dengan ekosistem digital .com. Dimana ariframdh.com ini memiliki ekosistemnya sendiri dan mempunyai jualan berbasis digital yang sering netizen Indonesia sebut dengan produk digital, serta ada afiliasi dari rekan kerjasama atau teman yang mau berkolaborasi dengan ekosistem digital ini, istilah mudahnya mereka numpang promo jualan mereka di lapak ariframdh.com.
Mungkin banyak pelaku usaha seperti halnya saya sesama pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) perlu adanya adaptasi dan belajar terus, sama halnya seperti saya waktu awal membuat ekosistem digital ini, juga merasa "gaptek" mau mencoba skala yang lebih luas serta menjanjikan ini ada rasa kekhawatiran yang pasti di dalam diri saya. Tapi tenang dengan adanya layanan seperti IDwebhost, mereka ini juga menyediakan domain murah yang saya ibaratkan "tanah kavling" strategis di dunia maya, serta hosting murah yang saya ibaratkan "pondasi rumah" agar bisnis tetap jalan dan stabil. Dengan adanya infrastruktur yang tepat, usaha yang kita kembangkan ini biar benar-benar siap bersaing di dunia maya.
Itupun hal yang sedang saya lakukan saat ini untuk berani menampilkan logo ariframdh.com di banner toko kelontong sendiri. Bertujuan agar warga lokal biar paham ada ekosistem digital di dalamnya, kalaupun ada warga lokal yang kurang melek teknologi, dengan adanya produk digital serta afiliasi yang saya jual di ariframdh.com ini, bertujuan supaya mereka lebih mudah bertanya kepada saya secara langsung dan lebih-lebih bisa beli produk saya kedepannya. Sayapun sedikit berinovasi, nantinya menjual produk digital tersebut khusunya lembar kerja anak akan saya jadikan bentuk fisik, biar warga lokal khususnya bisa menggunakannya untuk anak-anak mereka secara langsung, daripada bingung dan banyak pertanyaan seperti contoh "ini belinya bagaimana?" "cara mencetaknya bagaimana?".
Tidak hanya untuk itu saja, begitu pula pembaca di blog ini, nantinya mereka juga bisa paham dari sudut pandang yang lain kalau saya menjual berupa produk digital serta ada afiliasi di sana, serta menjual lembar kerja anak berbentuk fisik, nantinya saya bakal dikenal juga sebagai pengembang toko kelontong itu sendiri.
Begitu pula ke depannya masalah harga yang dijual dari fisik ataupun digital sudah pasti adanya gesekan dari warga lokal mengenai hal tersebut, saya pun bakal menjelaskan ini secara gamblang dan jujur, serta terbuka untuk mereka kedepannya. Secara nyata, produk fisik ini memang lebih mahal karena ada biaya cetak ke atas kertas.
Pengelolaan navigasi dan kecepatan web bagi pembaca.
Mungkin banyak warga lokal yang akan bertanya dan mencari informasinya sendiri saat melihat banner toko kelontong yang ada tulisan powered by ariframdh.com. Untungnya, saya telah memerbaiki dari segi kacamata pengalaman pribadi melihat website-website kebanyakan di luar sana mohon maaf, saya pribadi banyak bingungnya, apalagi dalam hal navigasi yang membingungkan.
Maka dari itu saya merombak ariframdh.com menjadi seperti saat ini, telah saya kembangkan pula dengan adanya asisten pribadi bernama "Eno" dia bukan sembarang chatbot, melainkan suatu entitas di dalam ekosistem ariframdh.com, begitu pula segi "otak" telah saya suntik dan beri logika berpikir sederhana di dalamnya yang aware kondisi pembaca saat itu juga, serta "Eno" disini tidak hanya sebagai asisten pribadi saja ataupun tour guide serta bisa menjadi sales dalam waktu 24/7 yang ramah untuk melayani pembaca blog ini.
Proses pengembangan Eno hingga mencapai kondisi aware saat ini memiliki banyak cerita. Awalnya saya terinspirasi oleh maskot ritel seperti lebah "Albi" milik Alfamart dan semut "Si Domar" milik Indomaret. Dari situlah awal mula saya kepikiran bagaimana kalau blog pribadi saya ada suatu entitas yang bertugas sebagai navigasi. Akhirnya kepikiran membuat "Eno" tadi, serta ada hal-hal lain yang membuat kepikiran. Awal pembuatannya, cuma sekedar halaman navigasi yang terasa kaku dan tidak bisa berinteraksi, yang saya inginkan minimal menyapa pembaca. Dengan banyak pertimbangan akhirnya saya mendesain karakter yang cocok bagusnya pakai apa, hingga penamaan bagusnya siapa, dan setelah saya pertimbangkan cuma eno saja itu paling mudah diingat dan mudah diucapkan sama pembaca blog ini.
Beda lagi sama "ENO" yang terkenal dari Bank di Amerika "CAPITAL ONE" itu. "Eno" yang saya kembangkan ini cuma di ranah blog pribadi saya, tugasnya pun juga berbeda jauh, "Eno" yang saya kembangkan cuma bertugas sebagai asisten, tour guide, atau sales yang mengarahkan dan memberikan link ke toko produk digital dan afiliasi yang langsung ke WhatsApp.
Untung saja saya belajar banyak dari website-website yang lain, tidak hanya faktor navigasi saja yang mempengaruhi saya untuk merombak blog ini, saya juga belajar dari mereka ada beberapa web diluaran sana kalau dibuka kondisinya lag istilah mudahnya hang banget, walaupun pakai wifi dengan kecepatan super sekali hasilnya tetap sama, pada akhirnya saya pun sadar kecepatan akses juga mempengaruhi dari sudut pembaca ataupun konsumen yang mau membeli produk maupun afiliasi saya, disitulah saya merombak ekosistem ariframdh.com ini supaya pembaca ataupun konsumen tidak keburu kabur, dua hal tersebut mengarah pada user interface ataupun user experience (UI/UX) di dunia teknologi.
Adanya rumah sendiri sebagai identitas lokal juga penting.
Dalam proses mengembangkan ekosistem digital ariframdh.com maupun toko kelontong, ini merupakan hal yang cukup krusial dengan istilah "kepercayaan" identitas itu sendiri. Pelanggan bakal balik lagi membeli produk kita kalau kita punya integritas dan kepercayaan bagus di mata pelanggan, Kepercayaan ini masuk kedalam mata uang paling berharga, kenapa? karena pembeli bakalan melihat dan bertanya siapa si penjualnya, dia orangnya seperti apa dan banyak contoh pertanyaan lainnya, itu semua bakal keluar secara tidak sengaja dari obrolan pembeli satu dengan lainnya.
Bagi teman-teman umkm seperjuangan yang akan terjun ke ranah digital, sebenarnya pemilihan kata atau keyword buat nama domain itu bukan sekedar masalah identitas belaka, melainkan sebuah langkah yang cerdas untuk membangun jati diri maupun karakter. Saya pun juga memperhatikan betapa pentingnya peran PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) dalam menjaga ekosistem digital kita ini.
Maka dari itu sebelum salah mengambil langkah, sebaiknya kita memutuskan membeli "tanah kavling" atau istilahnya domain .id yang perlu dipertimbangkan, karena kita sedang menancapkan identitas bisnis umkm bagian dari Indonesia. Ini bukan sekedar alamat website belaka, melainkan suatu bentuk pernyataan kalau bisnis umkm yang kita kembangkan ini memiliki akar yang jelas, tepercaya, dan siap bersaing di internet.
Sebenarnya domain .id itu pilihan yang jauh lebih strategis untuk membangun kepercayaan instan bagi pembeli. Saya sendiri memilih .com bukan karena tanpa alasan, cuma ranah yang saya geluti saat ini mencakup "Sebuah Informasi" yang didalamnya sudah pasti artikel membahas pengembangan diri, olahraga, dan teknologi. Serta ada pula portofolio kompetisi yang pernah saya ikuti.
Kalau waktu itu saya memulai bisnis umkm toko kelontong dan punya website sendiri seperti halnya ritel Alfamart punya alfagift.id atau ritel yang sama seperti Indomaret yang punya klikindomaret.com. Serta yang bakal saya buat ini cuma contoh hampir sama nama toko kelontong offline "anugrah" mungkin website yang cocok jualan toko kelontong online saya pribadi bakal memilih .id dengan nama domain anugrahsatria.id yang lebih prospek dan menjanjikan, itulah kenapa saya sendiri memilih .com bukan karena kenapa-kenapa, memang ranahnya saja yang berbeda.
Mengembangkan konsep "New Retail".
Sebenarnya konsep yang saya gagas ini merujuk pada raksasa seperti Alibaba, mungkin pembaca saat ini banyak yang paham Alibaba itu. Tapi yang saya tekankan untuk artikel ini yaitu kemampuan mengintegrasikan konsep digital dengan transaksi fisik dalam satu "Loop" ini hal ekonomi yang berkelanjutan.
Saya pribadi akan terus belajar dan memahami kalau dari sudut pandang Alibaba yang lain, kalau toko kelontong sederhana ini tidak harus sama menjadi bisnis konvensional juga, jujur kalau mau bersaing dengan ritel seperti yang saya jelaskan di atas tadi sudah pasti capek sendiri, mulai dari perang harga, belum lagi stok barang dagangan, serta tenaga yang kurang mumpuni kalau bekerja jaga toko selama 24 jam non-stop.
Dengan adanya ariframdh.com serta adanya asisten "Eno" didalamnya, ini semua bertujuan memberi "solusi" baik untuk pembaca blog maupun pembeli di toko kelontong saya. Serta dengan adanya ekosistem digital secara tidak sengaja telah diakui mesin pencari seperti Google melalui AI Overview. Ini semua langkah yang telah saya ambil tidak mudah ada standar tersendiri dari pihak Google untuk menampilkan suatu personal branding mencapai titik "AI Overview".
Ekosistem digital saya ini sudah dinilai masuk standar oleh Google, ada istilah E-E-A-T didalamnya itu semacam pedoman dari Google yang mencangkup pengalaman, keahlian, otoritas dan kepercayaan. Itulah hal yang membuat saya lebih berani menampilkan logo ataupun website ariframdh.com ini kedalam banner toko kelontong.
Menjemput masa depan dengan dampak dan solusi.
Toko kelontong pribadi dan ekosistem ariframdh.com ini awalnya memang dua ekosistem yang berbeda, saya sendiri baru menyadari beberapa tahun terakhir ini kalau misal saya kombinasikan ini bukan suatu ekosistem yang terpisah lagi, melainkan dua ekosistem yang berbeda menjadi satu visi serta sama-sama saling melengkapi, ibaratnya toko kelontong atau fisik itu "nafas" sedangkan ariframdh.com "sarafnya".
Bagi rekan-rekan pejuang UMKM lainnya kalau mau terjun ranah digital khususnya, jangan merasa ragu ataupun "gaptek" saat ini sudah pergantian ERA. Dengan adanya internet serta munculnya kecerdasan buatan AI, itu semua kalau kita bisa menggunakannya dengan baik dan bijak, mereka itu bukanlah musuh yang perlu kita takuti, kita perlu berkolaborasi dengan AI khususnya anggap saja mereka "Mitra" untuk menjadikannya "senjata rahasia", agar bisa bersaing di era saat ini.
Jadi jangan takut untuk memulai, itu semua bisa kita pelajari kalau mau berusaha, jalan seterjal apapun bisa dilewati. Sebagai contoh nyata ekosistem ariframdh.com ini ataupun toko kelontong saya waktu awal-awal merintis juga sama, tapi yang saya khususkan sebagai contoh ariframdh.com ini awalnya dibuat sudah pasti remeh ataupun ada yang meremehkan, ya kepikiran juga "ini siapa yang mau membaca?" "Buat artikel apa habis ini?" itu semua benar adanya.
Seiring berjalannya waktu dengan proses yang lama, ekosistem digital ini mau saya gabungkan dengan toko kelontong fisik itu, mungkin faktor adanya "inovasi" itu juga penting dan saya berpikiran lembar kerja anak berbentuk fisik sebagai nilai jual tambahan. Atau bisa juga sebagai penghubung antara digital dan fisik.
Jangan pernah takut untuk memulai, kita sama-sama perintis dalam konsep yang sama UMKM dan mau ke digital itu hal yang sebenarnya perlu dikembangkan maupun dicoba, kalaupun bersaing dengan kompetitor yang jualannya sama sudah pasti lelah sendiri entah segi harga, segi produk, makanya itu perlu adanya inovasi yang saya sebutkan tadi, cuma itu sebagai contoh. Jangan takut apa-apa sudah ada PANDI, dia adalah penjaga gawang ekosistem digital kita di Indonesia ini.
Sebenarnya, ini semua tidak hanya bergelut pada laba dan rugi belaka. Dalam dunia bisnis UMKM ini, saya banyak sekali berlajar memahami katakter pembeli yang berbeda-beda, saya berpendapat juga ada rasa kebahagiaan tersendiri yang tidak bisa dinilai dari segi apapun. Saat ada pelanggan yang mengajak mengobrol, atau diskusi dan minta solusi, serta ada pula yang bertanya tentang teknologi, tentang edukasi anak, ataupun masalah bisnis yang ingin dikembangkan bersama. Disana saya bukan seorang kasir lagi, melainkan menjadi jembatan informasi yang memberikan solusi kalau memang arah percakapannya sesuai.
Adapun cerita dan contoh nyata dibalik konsep jual beli di toko kelontong saya, waktu itu ada pembeli yang ingin belajar sistem pembayaran berbasis teknologi istilahnya QRIS. Beliau belum pernah melakukan transaksi elektronik seperti pelanggan pada umumnya yang melek teknologi. Padahal, di toko kelontong saya sendiri telah saya sediakan berbagai bentuk pembayaran berupa tunai, QRIS serta Transfer antar Bank juga bisa. Singkat cerita, akhirnya saya berinisiatif untuk menuntun beliau supaya bisa dan mengerti langkah demi langkahnya, yang bikin kaget lagi beliau hampir salah melakukan isi nominal uang yang harus beliau bayar, untung saja saya cek terlebih dahulu sebelum beliau kirim. Inilah bentuk New Retail versi diri saya pribadi, yang bisa membantu warga lokal khususnya dalam semua konsep ekosistem offline maupun online.
Sub Tema
:
Penguatan Ekosistem Digital untuk Transformasi Bisnis UMKM.
*Geser tabel mendatar untuk melihat detail penuh
Salam Hangat,
ARIF RAMADHAN
Pengembang Website | Penulis Antologi | Praktisi Edukasi Anak

Comments