Crab Mentality: Cara Keluar dari Lingkaran Orang-Orang yang Menahan Kesuksesanmu

bahaya-crab-mentality

​Pernah gak kamu melihat ember berisi kumpulan kepiting hidup? Uniknya, nelayan gak pernah menutup ember itu. Kenapa? Karena jika ada satu kepiting yang mencoba merangkak naik untuk keluar dari ember, maka kepiting-kepiting lain di bawahnya akan otomatis menjepit dan menariknya kembali jatuh ke dasar.

​Fenomena psikologi ini disebut Crab Mentality. Di dunia nyata, mereka adalah tipe orang yang mengidap penyakit iri, dengki, dan egois. Senjata andalan mereka adalah meremehkan, mengkritik tanpa solusi, menjatuhkan mental, hingga memanipulasi keadaan karena mereka tidak sanggup melihat lo melangkah lebih maju dari mereka.

Math Reality: Strategi Defensif (Abaikan Variabel Rusak).

​Banyak orang salah kaprah menghadapi orang tipe kepiting ini dengan cara diajak debat atau dilawan pakai emosi. Secara matematika energi, itu adalah kebocoran variabel yang konyol.

​Cara menghindarinya sebenarnya sangat simpel: Jangan masukkan omongan mereka ke dalam kodingan otakmu. Pasang dinding firewall yang tebal. Cukup fokus, diam (Silent Move), dan terus eksekusi apa yang sudah kamu rencanakan di tokomu sampai target itu tercapai. Biarkan grafik pencapaianmu yang berbicara, sementara mereka tetap sibuk di dasar ember menjepit angin.

Kompilasi Internal: Saat Kaca Lebih Berharga dari Hujatan.

​Tapi ingat, hukum Math Reality itu berlaku dua arah. Gimana kalau ternyata sifat kepiting itu diam-diam ada di dalam diri kita sendiri? Sering merasa panas kalau melihat pencapaian orang lain?

​Solusi paling instan adalah: Ngaca! Sebelum jempolmu mengetik hujatan atau mulutmu meremehkan progres orang lain, hitung dulu kalkulasi dirimu. Apakah tokomu sudah lebih cuan dari dia? Apakah aset dan prestasimu sudah lebih tinggi dari orang yang mau kamu jatuhkan? Kalau isi tokomu sendiri masih berantakan, buat apa sibuk narik orang lain biar sama-sama miskin logika?

Savage Point dari ENO untuk artikel ini:

​"Jadi, kalau kamu mau keluar dari ember kemiskinan dan naik level, stop dengerin bisikan kepiting di sekitarmu. Dan buat kita sendiri: perbanyak ngaca, kurangi menghujat. Karena kepiting yang cerdas itu fokus cari jalan keluar dari ember, bukan sibuk narik temannya biar sama-sama mati konyol direbus nelayan."

Salam Hangat,

ARIF RAMADHAN

Pengembang Blog | Math Reality

Comments