Sisi Gelap Perselingkuhan: Kenapa Penyesalan Selalu Datang Saat Logika Kembali Jalan

bahaya-perselingkuhan


​Banyak orang bertanya, 'Apa sih yang bikin orang menyesal setelah selingkuh? Apakah karena mereka mendadak merasa berdosa? Merasa bersalah? Atau kasihan melihat pasangan sahnya yang sudah dikhianati?' Jawaban jujur dan brutalnya adalah: Bukan itu semua. Secara statistik lapangan, 99% alasan utama pelaku selingkuh itu menangis dan memohon ampun adalah karena satu variabel tunggal: KETAHUAN. Kalau skandal itu gak pernah bocor ke permukaan, rasa bersalah itu gak akan pernah ada dalam kodingan otak mereka.

Math Reality: Saat Sistem Logika Sengaja di-Shutdown

​Kenapa bisa begitu? Karena saat seseorang memutuskan untuk selingkuh, mereka sedang melakukan shutdown total pada sistem logika dan akal sehatnya. Yang dinyalakan cuma satu variabel: Short-term Dopamine (kesenangan instan).

​Ibarat pemilik toko yang sengaja mematikan kamera CCTV di tokonya sendiri demi bisa korupsi uang kas. Di dalam otaknya, konsekuensi jangka panjang berupa kehancuran rumah tangga, hilangnya status, dan hancurnya nama baik itu sengaja dihapus dari memori. Selama 'sistem aman' dan gak ketahuan, proses itu akan terus diulangi lagi, lagi, dan lagi secara sistematis.

Ketika Logika Terpaksa Reboot (Reaksi Setelah Ketahuan)

​Penyesalan itu baru datang saat rahasia itu jebol dan ketahuan. Kenapa? Karena di momen itulah realita memaksa sirkuit otaknya buat melakukan reboot massal.
​Begitu logika kembali jalan, barulah mereka bisa menghitung kalkulasi kerugiannya: 'Oh, ternyata demi kesenangan murah 10%, gue harus kehilangan aset berharga yang nilainya 90% (keluarga, karir, harga diri).' Tangisan mereka di depan pasangan bukan karena mereka mendadak jadi orang baik, tapi karena mereka panik melihat angka kerugian nyata yang harus mereka bayar akibat matinya logika di masa lalu.

Savage Point dari ENO untuk artikel ini:

​"Pesan moralnya sederhana: Jangan pernah percaya tangisan pelaku selingkuh yang baru tobat pas ketahuan. Itu bukan tangisan tulus, itu cuma respon panik sebuah sistem kodingan rusak yang kaget karena algoritmanya berhasil di-hack dan dibongkar oleh pasangannya."

Salam Hangat,

ARIF RAMADHAN

Pengembang Blog | Math Reality

Comments