Banyak orang salah mengartikan personal branding sebagai ajang pamer kemewahan atau pencitraan biar kelihatan keren. Padahal, personal branding adalah tentang bagaimana orang lain mendefinisikan value dirimu saat kamu gak ada di ruangan.
Langkah pertamanya secara matematika adalah: Fokus pada satu variabel utama. Kamu ingin dikenal sebagai siapa? Pebisnis, Blogger, Programmer IT, atau Kreator? Jangan serba bisa. Di dalam kodingan, kalau kamu membuat satu fungsi yang mencoba menyelesaikan semua masalah secara bersamaan, sistem itu bakal error dan lambat. Begitu juga hidup; kalau kita mencoba jadi segalanya, kita gak akan diingat sebagai siapa-siapa.
Variabel Kejujuran & Ciri Khas (Real Output).
Audiens zaman sekarang itu pintar. Mereka punya radar bawaan yang bisa mendeteksi mana yang asli dan mana yang cuma setelan pabrik (pencitraan):
- Tampil Apa Adanya: Di dunia toko kelontong, kalau ada barang minus tapi kamu sembunyikan demi ngejar cuan instan, konsumen gak bakal balik lagi. Reputasi tokomu hancur. Integritas adalah code integrity yang gak boleh cacat.
- Miliki Ciri Khas: Karakter yang otentik itu melekat. Entah dari gaya tulisanmu yang dingin tapi logis, rumus matematika kehidupanmu, atau kehadiran maskot asisten robot yang suka ketawa 'hehehe'. Ciri khas inilah yang menjadi pembeda sirkuitmu dengan kreator biasa."
- Beri Manfaat: Jika kontenmu memberikan solusi riil, secara matematis audiens akan melakukan aksi: Save, Follow, dan Share secara sukarela. Kontenmu jadi aset yang bekerja 24 jam.
- Konsistensi Posting: Gak perlu tiap jam upload sampai energimu bocor. Konsisten 3 hari sekali dengan isi yang padat daging jauh lebih baik daripada spam konten sampah tiap hari. Branding itu adalah fungsi akumulasi jangka panjang (Value = Konsistensi X Waktu), bukan ledakan viral sesaat."
Salam Hangat,
ARIF RAMADHAN
Pengembang Blog | Math Reality

Comments